Kamis, 27 Februari 2014

Meramal Rasa

Malam ini hujan turun lagi
dan kau terkurung sepi
Dalam pikiran timbul pertanyaan
Apakah rindu itu penting?
Ketika yang kau rindukan
sedang bersama orang lain.

Untuk apa bertanya
jika jawabannya sudah kau punya?
Tak perlu berpura-pura
agar terlihat bahagia.
Saat cinta berkata berbeda.

Kau bisa tertawa dan bisa menangis

ketika kau terima berita gembira.
Bukan perkara sulit merangkul anggan.
Saat dia ada di kepala.

Ada banyak cara membunuh sepi
dengan bahagia menggandeng mimpi.
Memeluk orang tua yang kau cinta
lalu mencium mereka.

Yang bahagia bisa terluka
Yang sengsara bisa bersuka cita
Tak ada hukum pasti meramal rasa
Hari ini berduka
esok bisa bahagia
Kemarin menangis
hari ini senang menghampiri.

Jalan panjang berliku-liku
cinta bisa saja beku.
Wajah tersipu malu
saat orang yang dicinta
bilang dia suka padamu.
Dan ingin hidup bersamamu
Hingga akhir waktu.


Yogyakarta, 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan jejakmu di sini. :)