Rabu, 15 Januari 2014

Malam Wabah & Pada Suatu Hari Nanti




Judul Buku: Malam Wabah & Pada Suatu Hari Nanti
Penulis: Sapardi Djoko Damono
Penerbit: Bentang Pustaka
Cetakan Ke-1: Juni, 2013
Tebal: 88 dan 94 halaman

Dari sekian banyak orang yang mengenal Sapardi Djoko Damono. Saya termasuk orang yang tidak mengenalnya dengan baik. Saya baru tahu beliau setelah membaca profilnya di buku ini. Lalu tak lama teman saya memberi tahu kalau beliau adalah penyair dengan karyanya yang fenomenal Hujan Di Bulan Juni. Tapi sebelum saya tahu beliau, saya sudah punya buku ini. Saya membelinya karena penasaran, buku ini banyak dibicarakan teman-teman saya di dunia maya. 

Awalnya saya kira buku ini hanya satu, ternyata perkiraan saya salah, buku ini berisi dua buku yang digabung jadi satu.


Kover
Ilustrasi yang ditampilkan sederhana, khas buku-buku sastra lama.

Layout
Semuanya tampil sederhanya, dengan ilustrasi yang mengisi tiap halaman berwarna biru di buku pada suatu hari nanti, dan berwarna biri di buku malam wabah.

Judul
Merupakan judul dari dua cerpen yang ada di buku ini

Tanda Baca, Penulisan Kata, dan Ejaan.
Tidak ada kesalahan. Rapi.

Isi
Setelah usai membaca cerpen-cerpen yang dijikan SDD, takjup. Ia benar-benar memaksa saya untuk tenang dan fokus pada cerita, apa yang ia sampaikan menggelitik imajinasi dengan menghadirkan beberapa benda-benda yang ada di sekitar kita sebagai tokoh dalam kumcer malam wabah, penulis membiarkannya berbicara mengungkapkan dirinya sendiri, karena masing-masing memiliki kehidupannya sendiri. Cara penyampaiannya yang baik dan mengalir membuat saya betah berlama-lama untuk membacanya.
  Di buku kumcer pada suatu hari nanti SDD, mengahadirkan cerita yang mungkin sudah sangat kita kenal. Dari kisah rakyat, dongeng sampai cerita super hero amerika. Ia berhasil memodifikasi dan mengubah dan mengembangkan dengan ide penulis yang menarik. Semua diubah, baik dari plot, karakter tokoh, dan lain-lainnya. tentu membuat cerita yang seperti ini besar sekali tantanganya, jika hanya menyajikannya biasa saja, akan sangat mudah dilupakan pembaca. Tapi penulis mampu membuat beberapa cerita modifikasinya bisa saya ingat. Cerita-cerita di dalam kedua buku ini Imajinatif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan jejakmu di sini. :)