Selasa, 15 Oktober 2013

Oleh-Oleh Dari Rumah Sakit

Hari kedua di malam hari yang sepi, di sudut kamar rumah sakit hanya ada saya dan ibu. Kedua pasien yang lain sudah diizinkan pulang karena sudah membaik. Sekitar jam 12, saya terbangun akibat suara berisik yang datang dari pintu kamar. Ada dua orang pasien yang baru yang diantar perawat dan keluarganya. Alhasil saya tidak tidur sampai pagi! Kenapa? karna mereka mengobrol sampai jam 2 pagi. Setelah itu mereka tertidur nyenyak namun saya tetap tak bisa tidur. Kenapa? Ngoroknya gede banget. Hiks Hiks Hiks. Ya sudahlah relakan mata terjaga. Tak bisa berbuat apa-apa. Menyedihkan memang. 


Ada banyak hal yang saya ambil sebagai pelajaran dari ruang kecil 508 di lantai 5 rumah sakit.:
1. Kalau sakit jangan ngeyel:
Kebanyak kita kalau sakit lebih sering ngeyel, ingin ini itu, mau melakukan ini itu padahal lagi sakit ga boleh melakukan itu.

2. meskipun makanan yang disediakan RS tidak enak, itu jauh lebih baik dari pada makanan luar.
Selain ibu saya, kedua orang yang ada di ruangan tersebut tidak ada yang makan makanan yang disediakan rumah sakit. Mereka makan pagi, siang nasi dan malam, beli di luar. Dan yang membuat geleng-geleng kepala adalah, mereka kadang makan nasi padang hihihi. Orang sakit lambung kronis makannya santan. Tidak bermaksud menyudutkan dan membangga-banggakan ibu sendiri. Ibu memang sudah terbiasa makan seperti itu jadi ga kaget. Wajar si karna mereka tak biasa makan, makanan yang seperti itu. Tapi itulah yang terjadi.

3.Berbagi tak pernah mengurangi malah kembali lebih banyak.
Ibu-ibu yang di ujung bercerita panjang intinya:
"Saya sering banget ke sini tapi untuk menjenguk bukan untuk dijenguk (dirawat)." Saat dia dirawat tetangganya ramai sekali yang datang menjenguk. Malam harinya sibuk membuka amplop yang banyak.

4. Cinta bisa tumbuh di mana saja
Seperti FTV ada cinta yang tumbuh di sana. Saya kadang bingung mengapa cinta bisa tumbuh begitu cepat. Secepat angin yang lewat. Siang hari baru kenalan malam hari sudah jadian. Entahlah.

5. Yang baik yang dicintai
Melihat perlakuan suster dan dokter yang jetek-jutek saya jadi bertanya-tanya dalam hati. "Apa mereka tidak pernah membayangkan jika keluarga mereka atau mungkin mereka sendiri yang dirawat. Apa yang mereka rasakan jika diperlalukan jutek?"
Tapi memang tak semua, ada beberapa suster dan dokter yang baik. Bahkan begitu sabar merawat pasien. Jika mereka mengambinghitamkan "lelah" sehingga begitu, apa ada pekerjaan yang tidak melelahkan? Saya rasa semua pekerjaan melelahkan. Bukankah yang enak adalah tidur, makan, baca buku dan berulang meakukan itu. Hehe.

Saya lupa apa lagi list-nya. Beginilah kalau tidak mencatat. Ingatan selalu kalah dengan tulisan. Itu sebabnya saya menulis karna saya pelupa. Lain waktu jika ingat akan saya tuliskan lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan jejakmu di sini. :)